Torch

I miss you, Everything falls down on me when you’re not near.. everything goes wrong when you’re not here.
It seems like I cant make things right, even though I know how.
I’ve got my two feet to walk, but you’re the bounce of my steps.
You’re my energy that’s far.. see why I’m partially living and half-dead.

It’s like... Everything you have ever done is never enough

Yes I know that failure happens. After a long or short sequence of successes, we must lose. On a long nice trip, you slip and go off track. You may swing high, but you must fall down.
But what if those losses are somebody else’s… Which become big bad rocks pulling you down to fall? Things become more perfect when everyone is picking on you and putting you in a blame light spot.. harsh stare and words are cast in you.
It’s not fair.. but how should I demand for it out of the unfair world we’re living in?
I actually could just defend against them, but I’m afraid I would point my finger to someplace else. Why can’t I stand for myself?

Still

However many thousands of miles may part between us
However much I long for you I know in my heart we each trust
That someday soon we'll find ourselves arm in arm,
That each night's moon brings us one day closer to the other's charm


Still thinking of you, my love,
still leaping at the thought of touching you.


A thousand miles or dozens of days,
Knowing always that my life you've saved;
Knowing we'll be together is my greatest thrill,
No matter how many miles between us, I'm loving you still.

(Demetz)

Are Ex-Lovers Ex-Friends?

I met my ex couple nights ago at some cafe, unexpectedly. What happened was we starred at each other and just when i was going to say "Hi! It's me!! Wow.. How ru doing etc etc"..
She just *Woooomph*.. disappeared.

What happened to her? She must have seen my existence! (you know.. eyes contact and everything.. well, only eyes contact actually)
Did she suffer short-term memory loss syndrom like Dory* has? That she forgot the incident of how we looked at each other's eyes two seconds before?

We are grown up, we were grown up when we broke up, we even laughed at it (if i'm not mistaken, or is it another break-up? Hmmm...)
But is there a problem with me?
Of course I miss all the things we once had, and i appreciate good things! And if they're not good things, i always look at the brightside of bad things! If there is any!

Hmmm... That's too bad; i wanted to know how she's doing..
I also wanted to show her how beautiful my life has been particularly after we separated.. LOL

*Dory is Paracanthurus hepatus, commonly known as the regal tang, is an average-sized colorful reef fish belonging to the family Acanthuridae.. A popular fish in marine aquaria, it is the only member of the genus Paracanthurus. She starred the Finding Nemo movie. (Wikipedia)

I Changed My Name (still sound alike though)

My friends in college called me "gandj", the short form of "gandjar", my middle name.

Not long after, it turned out to be put in writing as "gunch".. and so now everybody calls me that name. "Gandj", but with "CH"

I never had this idea of typing my "gunch" name in google, i just thought i might found someone with the same name, or find my blog, my friendster, or something else.. but this one really shocked and surprised me!!

Oh..
My...
God...

http://www.urbandictionary.com/define.php?term=Gunch :
1. Worst word ever. A gunch is the epitome of everything dirty and nasty. 2. A dirty c**t.

What????
AAAARRRRGGGGHHHHHH
(obviously my surprised expression was not as cute as Macaulay Culkin had in this photo attached)



I felt dispoiled, violated, dishonored... LOL

For your info there were people with real "gunch" names also.. a photographer, a profile in myspace.. DO THEY KNOW ABOUT THIS?

Searching the wikipedia resulted none.

Hmmm.. then i thought "Should i still use that name?"

While i was thinking.. I changed this blog url..

LOL

In This World

Lordy, don't leave me
all by myself.

So many times i'm down,
with the ground.

(In This World, MOBY)

this is one of masterpieces ever created by Moby, a technopop artist popular in late 90s. The sadness atmosphere it brings will bring u tears and touch ur heart as ur heart listens.

Late Walking, No Talking

It is now midnight,
where i am feeling sick, cold,
tired and ached in legs,
irritated in nostrils,
burdened in mind.

lots of things,
too many things,
left uncontrolled.


But i am not alone,
God apparently shows me love.

This Twitching Feeling


See.. I have been friended with this unsubstantial living creature for like a month, who is living in Bandung taking magister in Biochemistry, who is a chef, a laborer, a student, a lab scientist, a writer..

If i can keep a secret, i'll be a secret admirer.. but since this "Blunt-talking and straight shooting" mode is running in my blood.. i just can't.

And there set the limit, to admiration and comfy and contigous conversation, not more than that.

Or should i just stop right here?

You are paralyzed while you sleep


Ever had a nightmare which effected like living horror to you, you're trying hard to scream for help or shout a prayer but you felt like freezed?
Believe it or not, your body is virtually paralyzed during your sleep - most likely to prevent your body from acting out aspects of your dreams. According to the Wikipedia article on dreaming, “Glands begin to secrete a hormone that helps induce sleep and neurons send signals to the spinal cord which cause the body to relax and later become essentially paralyzed.”

Ku Ingin Anak Lelakiku Menirumu (A Very Nice Story)


Oleh : Neno Warisman - 'Izinkan Aku Bertutur'



Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: "Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!" Suamiku menjawab: "Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku." Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.

Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatam kan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku: "Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah." Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: "Oh ya. Ide bagus itu."

Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.

Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.

Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan.

Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima. Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah.

Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.

Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu: "Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!"

Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu. "Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!" Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu.

Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriak menghentak, "Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!" Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.



Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi.

Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini.Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya.


Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: "Dulu kau hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak suka dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!"

Allahumma Shali ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi
wassalaam.

Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu, "Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?"

Aku memandang suamiku yang terpaku. Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu?

Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.

Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, "Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta. Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan dunia.

Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.

Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki
dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya. Memang tak mudah untuk
berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku.
Aku bilang: "Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang."

Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu. Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.

Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu. Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu!


Amin, alhamdulillah

    About Me

    My Photo
    gandj priadi
    Bandung, West Java, Indonesia
    I'm a 27 y.o. male pharmacist working in national state owned company, particularly in vaccine production field. I love music, writing, reading, sharing my filled-head-thoughts stupidly :D What's predominant about me : It is much better making fun of yourself than of others, and always try hard to avoid being a smartass because it's not cool at all.. :)
    View my complete profile

    Recent Visitors

    Followers